Tampilkan postingan dengan label tanaman obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanaman obat. Tampilkan semua postingan

Meski Aromanya Menyengat,Petai Kaya Manfaat

>> Senin, 16 Maret 2015

Aromanya yang menyengat, biasanya membuat orang --meskipun suka banget-- gengsi untuk makan petai. Tapi sekarang hilangkan rasa gengsi itu. Pasalnya, petai memiliki banyak khasiat untuk melindungi tubuh manusia dari gempuran beragam penyakit.

Dalam wikipedia, petai atau sering juga disebut pete (Parkia speciosa) merupakan tumbuhan tropis dari suku polong-polongan (Fabaceae) dan anak suku petai-petaian (Mimosoidae). Tumbuhan ini tersebar liar di kepulauan nusantara bagian barat.

Orang Jawa dan Sumatera dikenal suka mengkonsumsi petai muda, baik mentah, digoreng maupun direbus. Bahkan di Jawa, petai china atau dikenal dengan nama kemlandingan sering dikonsumsi bersama kelapa muda menjadi makanan trancam atau botok. Ada pula masyarakat di Gunungkidul, Yogyakarta, menjadikannya tempe. Namanya tempe manding.

Mengutip hasil penelitian Institute of Health Sciences, Riset Biosains Swedia, petai ternyata menyehatkan. Tapi hal paling mengejutkan, buah yang mudah didapat di pasar-pasar tradisional Pulau Jawa dan Sumatera, terutama saat panen, terbukti mampu melawan semua jenis kanker.

Petai dianggap juga sebagai spektrum anti mikroba terhadap infeksi bakteri dan jamur, efektif terhadap parasit internal dan cacing, dapat mengatur tekanan darah yang terlalu tinggi dan berguna sebagai anti depresan, memerangi stres dan gugup.

Tidak itu saja, bahkan produsen obat terkemuka di dunia, menyatakan, setelah lebih dari 20 tes laboratorium yang dilakukan sejak tahun 1970, terungkap bahwa: Petai bisa menghancurkan sel-sel ganas sekitar 12 jenis kanker, termasuk kolon, payudara, prostat, paru-paru dan pankreas.

Senyawa yang dihasilkan buah ini menunjukkan 10.000 kali lebih baik dari produk adriamycin, obat kemoterapi yang biasa digunakan pasien kanker dî dunia yang berfungsi memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Kelebihan petai lainnya, kendati ekstrak buah petai mampu menghancurkan sel-sel kanker ganas namun tidak ikut-ikutan menghancurkan sel-sel yang masih sehat.

Manfaat Lainnya

Petai memiliki protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya. Petai merupakan sumber energi yang baik, yaitu 142 kkal per 100 g biji.

Petai mengandung tiga macam gula alami, yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Kombinasi itu mampu memberikan dorongan tenaga instan, tetapi cukup lama dan cukup besar efeknya.

Kandungan fosfor pada petai juga cukup baik, yaitu 115 mg per 100 g biji. Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak setelah kalsium. Kurang lebih satu persen berat tubuh kita terdiri dari fosfor. DNA dan RNA di dalam tubuh kita terdiri dari fosfor dalam bentuk fosfat, demikian juga membran sel yang membantu menjaga permeabilitas sel. Sebagian besar fosfor diserap tubuh dalam bentuk anorganik, khususnya di bagian atas duodenum hingga 70 persen.

Petai juga mengandung vitamin C yang cukup tinggi, yaitu 46 mg per 100 g biji. Vitamin C sangat penting perannya dalam proses hidroksilasi asam amino prolin clan lisin, menjadi hidroksiprolin clan hidroksilisin. Perannya adalah dalam proses penyem­buhan luka serta daya tahan tubuh melawan infeksi dan stres. Rata-rata kebutuhan tubuh akan vitamin C adalah 75 mg per hari pada wanita dan 90 mg per hari. pada pria dewasa.

Kandungan vitamin A pada petai juga cukup baik, yaitu 200 IU per 100 g. Vitamin A berperan menjaga agar kornea mata selalu sehat. Mata yang normal biasanya mengeluarkan mukus, yaitu cairan lemak kental yang dikeluarkan sel epitel mukosa, sehingga membantu mencegah terjadinya infeksi. Namun, bila kekurangan vitamin A, sel epitel akan mengeluarkan keratin, yaitu protein yang tidak larut dalam air dan mukus.

Itulah sekelumit khasiat petai yang mestinya membuat kita bangga, tanaman khas asli nusantara potensial untuk menyelamatkan penderita kanker di seluruh dunia.

(MD/dari berbagai sumber),sayangi.com

Read more...

Sawo, Buah "Asli" Indonesia

>> Minggu, 06 Maret 2011

Buah sawo barangkali menjadi satu-satunya buah yang dianggap buah asli Indonesia.Buktinya kalau manyebut warna kulit orang asli Indonesia rata-rata pada menjawab berkulit sawo matang,he..he…Karena memang rata-rata kulit orang Indonesia berwarna coklat seperti buah sawo.


Padahal sebenarnya Sawo berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko.Pohon sawo banyak ditanam di India, Sri Lanka, Filipina, Meksiko, Venezuela, Guatemala, dan Amerika Tengah.Di Negara-negara tersebut buah sawo sudah dibudidayakan secara komersial.

Di Indonesia, sawo umumnya dibudidayakan sebagai tanaman pekarangan untuk dinikmati buahnya, terutama di daerah Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.Buah sawo di negara kita tidak menjadi buah yang mewah.Sangat sulit bagi kita menemukan buah sawo berada di rak-rak supermarket ternama.Biasanya sawo banyak dijual di pasar-pasar tradisional.Tapi jangan anggap enteng ya manfaat buah sawo ini.Bekalsehat pun mempunyai satu pohon sawo di depan rumah.Walau masih kecil, tapi sudah berbuah lho.. (Liat saja fotonya).Sepengetahuan bekalsehat sebetulnya banyak jenis sawo.Di Jawa Tengah ada satu jenis sawo yang sering disebut sawo kecik.Dinamai sawo kecik karena ukuran buahnya lebih kecil dan berwarna merah tua dan daging buahnya lebih muda dari sawo biasa.Tapi dari rasanya hampir sama dengan sawo yang umum kita kenal.

Buah sawo (Achras sapota L) cukup familier bagi masyarakat Indonesia.. Dalam bahasa Inggris, sawo disebut sapodilla, chikoo, atau sapota, di Filipina dikenal sebagai tsiko, dan di Malaysia ciku. Di India, sawo disebut chikoo,. Masyarakat Tionghoa menyebut buah sawo sebagai hong xiêm.

Dalam kondisi matang, buah ini dapat dibuat menjadi minuman segar atau sebagai campuran es krim. Buah sawo matang biasanya dikonsumsi dalam keadaan segar dan sedikit bergetah. Baunya harum dan rasanya manis lezat .Rasa getahnya masih sering melekat pada mulut apalagi kalau buahnya kurang matang.Pada buah yang sangat matang kadang-kadang terasa agak mengkristal seperti butiran-butiran yang lembut.Karena rasanya yang manis tersebut,sudah pasti kalau sawo kaya gula, sawo juga mengandung zat gizi lain seperti mineral, vitamin, karbohidrat, dan serat pangan.
Konon Buah ini juga baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Rasa buah sawo yang manis membuat buah ini banyak penggemarnya. Rasa manis ini disebabkan kandungan gula dalam daging buah dengan kadar 16 hingga 20 persen. Buah sawo memiliki kandungan mineral cukup baik. Buah ini merupakan sumber kalium yang baik, yaitu 193 mg/100 g. Di lain pihak, sawo juga memiliki kadar natrium yang rendah, 12 mg/100 g. Perbandingan kandungan kalium dan natrium yang mencapai 16:1 menjadikan sawo sangat baik untuk jantung dan pembuluh darah.
Biji buah sawo
 
Biji sawo berwarna hitam berkilat atau coklat kehitaman. Bentuknya pipih dan besar. Biji sawo pada jaman kakek-nenek kita sering digunakan untuk bermain dakon.Biji sawo mengandung saponin, kuersetin, dan minyak sebanyak 23 persen. 

Perlu dicatat, biji sawo sebaiknya tidak dikonsumsi karena kandungan asam hidrosianik yang cukup tinggi dapat menjadi racun. Sementara itu, bunga sawo merupakan bahan utama pembuatan param, yaitu bubuk obat tradisional yang digosokkan pada seluruh badan pada ibu yang baru melahirkan.
Kandungan lain buah sawo
Dalam daging buah sawo terkandung pula lemak; protein; vitamin A, B, dan C; mineral besi, kalsium, serta fosfor.
Kandungan mineral lainnya per 100 gram buah sawo adalah: kalsium (21 mg), magnesium (12 mg), fosfor (12 mg), selenium (0,6 mg), seng (0,1 mg), dan tembaga (0,09 mg).

Sawo juga kaya akan vitamin C, yaitu 14,7 mg/100 g. Konsumsi 100 gram sawo dapat memenuhi 24,5 persen kebutuhan tubuh akan vitamin C setiap hari. Vitamin C dapat bereaksi dengan berbagai mineral di dalam tubuh. Vitamin C berperan penting dalam metabolisme tembaga.
Selain itu, konsumsi vitamin C dalam jumlah cukup dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Vitamin C juga dapat berinteraksi dengan berbagai vitamin lain, seperti vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan.
Buah sawo juga mengandung asam folat, 14 mkg/100 g. Asam folat diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah. Asam folat juga dapat membantu pencegahan terbentuknya homosistein yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Vitamin lain yang juga terkandung pada buah sawo adalah: riboflavin, niasin, B6, dan vitamin A. Meskipun dapat digunakan sebagai sumber vitamin dan mineral, sawo sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena getahnya dikhawatirkan akan mengganggu saluran pencernaan.

Buah sawo juga mengandung banyak gula sehingga baik untuk digunakan sebagai sumber energi. Namun, buah ini tidak dianjurkan bagi penderita diabetes melitus karena dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
Buah yang telah matang dapat disimpan pada suhu rendah untuk memperpanjang umur simpannya. Buah matang yang disimpan pada suhu 0 derajat celsius dapat bertahan 12-13 hari. Buah yang masih mentah bila disimpan pada suhu 15 derajat celsius dapat bertahan dalam keadaan baik selama 17 hari. Buah sawo mentah yang disimpan pada suhu lebih rendah lebih dari 10 hari tidak akan matang secara normal.
Buah sawo sangat rawan tercemar mikroba karena kandungan air dan zat gizinya yang tinggi. Geotrichum candidum, Cladosporum oxysporium, dan Penicillium italicum adalah contoh mikroba yang sering terdapat pada buah sawo.

Wah ternyata banyak sekali ya manfaat dari buah ini sobat…Yuk kita manffatkan pekarangan rumah kita dengan tanaman sawo.Selamat berburu sawo

 

Destinations


Read more...

Jahe, Tidak Sekedar Menghangatkan Tubuh

>> Senin, 03 Januari 2011

 
Minuman apa yang paling dicari dikala musim hujan seperti sekarang ini sobat?Betul…minum yang hangat seperti kopi, teh hangat, susu dan jahe. Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah..

Read more...

Manfaat lain dari Kacang Hijau

>> Senin, 25 Oktober 2010

Sejak dulu salah satu makanan favorit bekalsehat  adalah bubur kacang hijau.Biasanya sehabis lari-lari pagi ketika hari Ahad langsung deh menyantap hangatnya bubur kacabg hijau.Hmm..yummmi.Segala makanan yang mengandung kacang hijau saya suka juga, misalnya Roti isi kacang hijau, bakpia Jogja.

Di beberapa daerah kacang hijau mempunyai nama bermacam-macam.Di Madura dinamai artak, kacang wilis (Bali), buwe (Flores), tibowang cadi (Makassar).

Read more...

Mengenal Tanaman Indigenous

>> Selasa, 28 September 2010

Bagi sebagian dari kita mungkin masih asing dengan istilah tanaman indigenous.Apa pula itu tanaman indigenous?Tapi kalau disebut Kenikir, kemangi, katuk ,mmungkin kita banyak yang tahu ya nggak?Nah Kenikir dan teman-teman  itu termasuk tanaman indigenous.So Tanaman indigenous pada prinsipnya adalah spesies sayuran asli Indonesia yang berasal dari daerah atau wilayah atau ekosistem tertentu.

Read more...

Temulawak Untuk menyembuhkan Maag

>> Minggu, 19 September 2010

Gimana kabar sobat di Bulan Syawal ini?Semoga selalu sehat ya.Mau posting apa ya kali ini, masih agak malas setelah libur lebaran.O ya ini saja ya tentang maag.Barusan bekalsehat jalan-jalan dan nemukan ide ini.
Salah satu penyakit yang sering mampir pada kita (sibuk dan lupa makan ) adalah penyakit maag.Dulu saya pernah posting artikel mengenai maag dan gastritis.Bagi yang belum baca klik disini.
Kali ini bekalsehat akan sharing tanaman obat lain yang dapat meringankan sakit maag.Apa itu ?Temulawak...

Read more...

Sibuah Ajaib, Kurma

>> Rabu, 09 Juni 2010


Untuk memperlancar persalinan,meningkatkan kemampuan seksual,demam berdarah dll
Kurma identik dengan Bulan Ramadhan dan Haji.Hampir dapat dipastikan pada bulan-bulan tersebut kurma akan melimpah dan tersedia dimana-mana.Dari yang kelas kaki lima sampai kelas hotel bintang lima tersedia.Biasanya kurma di konsumsi begitu saja, atau bisa juga dikonsumsi bersama coklat.Kurma sekarang juga sudah dijadikan jus

Read more...

Obati Luka dengan Binahong

>> Senin, 26 April 2010


Menyembuhkan memar karena terpukul, kena api (panas), rheumatik, pegal linu, nyeri urat, menghaluskan kulit .

Apa yang tidak bisa tumbuh di Indonesia?Hampir semua tanaman dapat tumbuh di negeri kita, sampai-sampai Koes Plus pun mendendangkan lagu “Tongkat dan Kayu jadi tanaman”.Ini menggambarkan betapa suburnya bumi Indonesia.(Termasuk korupsi  juga tumbuh subur di Indonesia kali ya..he..he..).
Sobat Bekalsehat semua ada satu tanaman koleksi bekalsehat yang kaya manfaat.Apa itu?Yup..betul Binahong

Read more...

Tanaman Pelancar ASI

>> Selasa, 13 April 2010


 Mempunyai anak yang sehat dan pintar adalah dambaan kita sebagai orang tua.Asupan utama bagi bayi yang baru lahir adalah dengan memberikan ASI Eksklusif  bagi si bayi.Pemberian ASI (Air Susu Ibu) adalah jalan yang terbaik untuk mewujudkan keinginan itu, Namun kadang-kadang karena sesuatu hal ASI tidak dapat keluar atau sedikit sekali.Nah berikut ini ada beberapa contoh tanaman yang dapat memperlancar ASI.Selamat membaca ya...

Read more...

Lidah Buaya

>> Minggu, 28 Maret 2010

Untuk :Shampo, minuman, Obat cacing, Luka bakar, Bisul, Luka bernanah; Amandel, Sakit mata, Keseleo, Kosmetik, Jerawat

Lidah buaya (Indonesia), Crocodiles tongues (Inggris); Jadam (Malaysia), Salvila (Spanyol), Lu hui (Cina);

Gimana kabar sobat bekalsehat semua?Semoga selalu dalam keadaan sehat selalu.Sebelumya bekalsehat mau minta maaf dulu ya…Lho ada apa?
Kalau sobat bekalsehat membaca postingan yang berlabel “tanaman obat” ternyata format tulisannya agar kurang rapi.Ini bekalsehat ketahui ketika mencoba membaca hasil postingan.
Ternyata penyebabnya adalah teknik postingan yang agak beda dari biasanya.Seperti kita tahu di Microsoft Word 2007 kan ada fasilitas “New blog Post”.Artinya kita bisa langsung posting melalui word 2007 tanpa lebih dahulu login ke blogger (bila menggunakan bloger) lebih dahulu.Kita tinggal mengisi user name dan password dan Publish.Sudah selesai , postingan kita sudah nongol.
Nah disini masalahnya,entah mengapa hasilnya bisa berbeda.Pada MS word sudah terlihat rapi, ee ketika tampil di bloger malah sedikit kacau…(Please  yang kasih masukan).

Read more...

Bangle

>> Jumat, 01 Januari 2010

Untuk : Demam, Sakit kepala, Batuk, Perut nyeri, masuk angin, sembelit dll

 

Bangle/(Zingiber purpureum Roxb.)/

 

Sinonim : Zingiber cassumunar, Roxb.

 

Familia :Zingiberaceae

 

Uraian :

Bangle tumbuh di daerah Asia tropika, dari India sampai Indonesia.

Di Jawa dibudidayakan atau di tanam di pekarangan pada tempat-tempat

yang cukup mendapat sinar matahari, mulai dari dataran rendah sampai

1.300 m dpi. Pada tanah yang tergenang atau becek, pertumbuhannya

akan terganggu dan rimpang cepat membusuk. Herba semusim, tumbuh

tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang

semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut

sikat. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis,

ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang,

pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, lebar 20-40 mm, warnanya

hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung

batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga

bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6-10 cm,

lebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak

bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir

bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle

mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir

bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm. Permukaan

luar tidak rata, berkerut, kadang-kadang dengan parut daun, warnanya

coklat muda kekuningan, bila dibelah berwarna kuning muda sampai

kuning kecoklatan. Rasanya tidak enak, pedas dan pahit. Bangle

digolongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki khasiat obat.

Panenan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Perbanyakan

dengan stek rimpang.

 

 

Nama Lokal :

Panglai (Sunda), bengle (Jawa), pandhiyang (Madura).; mugle, bengle,

bungle, baglai, baniai, banglai, bunglai,; Bangle, kunit bolai,

kunyit bolai (Sumatera), banggele (Bali),; Bale, panini, manglai,

manguiai, bangerei, wangelei, walegai,; kukuniran, kukundiren, unin

makei, unin pakei, bangle, bongle;

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Demam, Sakit kepala, Batuk, Perut nyeri, masuk angin, sembelit;

Sakit kuning, Cacingan, Reumatik, Ramuan jamu, kegemukan;

Mengecilkan perut setelah melahirkan;

 

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Rimpang, daun. KEGUNAAN: Rimpang: - Demam,

sakit kepala. - Batuk berdahak. - Perut nyeri, masuk angin. -

Sembelit. - Sakit kuning. - Cacingan. - Rheumatism. - Ramuan

jamu pada wanita setelah melahirkan. - Mengecilkan perut setelah

melahirkan. - Kegemukan. Daun: · Tidak napsu makan. · Perut

terasa penuh. PEMAKAIAN: Untuk minum: 1/2-3.jari rimpang,

direbus. Pemakaian luar. Rimpang secukupnya dicuci bersih Ialu

diparuti dipakai sebagai tapal atau boreh pada sakit kepala,

pegal linu, mengecilkan perut sehabis melahirkan, dan

sebagainya. CARA PEMAKAIAN: 1. Demam, masuk angin. 15 g rimpang

bangle yang segar dicuci lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air

panas dan 2 sendok makan madu. Diaduk merata lalu diperas dan

disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari. 2. Perut mules: Rimpang

bangle, rimpang jahe, kencur dan lempuyang wangi, masing-masing

1/2 jari tangan dicuci lalu diiris tipis-tipis. Rebus dengan 1

gelas air bersih sampai tersisa 1/2 gelas. Setelah dingin

disaring, lalu diminum. 3. Sakit kepala karena demam: Rimpang

segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan sedikit

air sampai menjadi adonan seperti bubur. Dipakai sebagai pilis

pada dahi. 4. Sakit kuning: 1/2 jari rimpang bangle dicuci

bersih lalu diparut. Tambahkan air masak dan madu masing-masing

1 sendok makan. Peras dan saring, minum. Lakukan 2 kali sehari.

5. Nyeri sendi (rheumatism): Rimpang segar secukupnya dicuci

Ialu diparut, tambahkan arak sampai menjadi adonan seperti bubur

encer. Borehkan kebagian sendi yang sakit. 6. Mengecilkan perut

setelah melahirkan: Rimpang bangle secukupnya dicuci lalu

diparut, borehkan pada perut. 7. Cacingan: 3 jari rimpang

bangle, 2 jari temu hitam, 5 biji ketumbar dan 5 lembar tangkai

daun sirih dicuci lalu diiris tipis-tipis, kemudian ditumbuk

halus. Tambahkan 1/ 2 cangkir air masak, diaduk merata lalu

diperas dan disaring. Minum. 8. Radang seiaput lendir mata:

Rimpang bangle dan kunyit sebesar 1 buku jari tangan dan 13

butir jinten hitam dicuci bersih lalu dipotong-potong

seperlunya. Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa

setengahnya. Setelah dingin disaring, minum. 9. Kegemukan /

mengurangi lemak tubuh: a. Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar

daun jati belanda dicuci lalu direbus dengan 1,5 gelas air

bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi

untuk 2 kali minum. Pagi dan sore hari. b. 1/2 jari rimpang

bangle, 1/2 jari rimpang temu giring, 3/4 jari rimpang lempuyang

wangi, 1/4 genggam daun kemuning, 1/4 genggam daun jati belanda,

3 jari gula enau, dicuci dan dipotong- potong seperlunya. Rebus

dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa 1/2-nya. Setelah

dingin disaring, minum. Sehari 3 x 3/4 gelas. c. Rimpang bangle

dan rimpang temu hitam, masing-masing 1/2 jari tangan, dicuci

lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis dan 2

sendok makan madu, aduk merata sambil diremas- remas. Peras dan

saring, minum. Lakukan 2-3 kali sehari.

 

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rimpang berbau khas

aromatik, rasanya agak pahit dan agak pedas. Penurun panas (anti

piretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak

(expectorant), pembersih darah, pencahar (laksan), obat cacing

(vermifuge). KANDUNGAN KIMIA: Rimpang: minyak atsiri (sineol,

pinen), damar, pati, tanin.

 

Copyright © 2002, IPTEKnet. All rights reserved

Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 , Telpon

: (021) 3168701 - 02, Fax. (021)3149058

E-mail : Customer Care : Bis@iptek.net.id, Content : info@iptek.net.id

 

Read more...

Anting-anting

Untuk :Disentri,muntah darah,mimisan dll

Anting-anting

(Acalypha australis Linn.)

Familia : Euphorbiaceae

Uraian :

Herba Semusim, tegak. berambut. Batang tinggi 30 - 50 cm. bercabang, dengan garis memanjang kasar. Tumbuh di pinggir jalan, lapangan rumput, lereng gunung. Daun letak berseling bentuk bulat lonjong sampai lanset, bagian ujung dan pangkal daun lancip, tepi bergerigi, panjang 2,5 - 8 cm, lebar 1,5 - 3,5 cm. Bunga berkelamin tunggal dan berumah satu, keluar dari ketiak daun, bunganya kecil-kecil dalam rangkaian berupa malai. Buahnya kecil. Akar dari tanaman ini sangat disukai anjing dan kucing.

 

Nama Lokal :

Tie xian (China).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Disentri basiler dan disentri amuba, Diare, Malnutrition, mimisan; Muntah darah, Berak darah, Kencing darah, Malaria;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Seluruh tanaman, pemakaian segar atau kering. KEGUNAAN: 1. Disentri basiler dan disentri amuba. 2. Diare, anak dengan berat badan rendah (malnutrition) dan gangguan pencernaan. 3. Muntah darah, mimisan, berak darah (melena), kencing darah (hematuria). 4. Malaria. PEMAKAIAN : 9 - 15 gram kering atau 30 - 60 gram segar, direbus, minum. PEMAKAIAN LUAR: Herba segar dilumatkan, tempel atau direbus, airnya untuk cuci. Dipakai untuk bisul, koreng, luka berdarah, eczema, dermatitis, gigitan ular. CARA PEMAKAIAN: 1. Dermatitis, eczema, koreng: Herba segar secukupnya direbus, airnya untuk cuci di tempat yang sakit. 2. Perdarahan, luka luar: Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan dan ditempel ke tempat yang sakit. 3. Disentri amoeba: 30 - 60 gram tanaman kering (seluruh batang) direbus, sehari dibagi 2 kali minum, selama 5 - 10 hari. 4. Diare, disentri basiler, muntah darah, mimisan, berak darah (melena), batuk: Herba kering 30 - 60 gram direbus, minum. 5. Disentri basiler: Acalypha australis 30 - 60 gram, Portulaca oleracea (Gelang) dan gula masing-masing 30 gram rebus, minum setelah dingin.

 

 

Read more...

Baru Cina

Untuk: Sakit haid, Keguguran, Disentri, Keputihan, Susah punya anak dll

 

 

Baru Cina/(Artemisia vulgaris Linn.)/

 

Uraian :

Terna menahun, berambut halus, tegak, tinggi mencapai 1 m, berbau

tajam, menyenangi tanah yang cukup lembab dan tanah yang kaya humus,

tumbuh liar di hutan dan di ladang. jenis yang biasa ditanam di

pekarangan sebagai tanaman obat. Artemisia argyi Levl. et. Vant.

Tanaman ini terdapat sampai 3.000 m di atas permukaan laut, berasal

dari Cina. Tanaman ini merupakan herba setengah berkayu, percabangan

banyak, beralur dan berambut. Daun berbentuk bulat-telur dengan tepi

berbagi menjari ujung meruncing, kedua permukaan daun berambut

halus. Warna daun hijau, di bagian bawah warna lebih putih, duduk

berseling. Bunga merupakan bunga majemuk, kecil-kecil, warna kuning

muda berbentuk bonggol tersusun dalam rangkaian berbentuk malai yang

tumbuh menunduk, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai.

Perbanyakan dapat dengan stek atau biji.

 

 

Nama Lokal :

Baru cina (Indonesia, Sumatera), Daun manis, brobos krebo; Beunghar

kucicing, jukut lokot mala, suket gajahan (jawa); Kolo, goro-goro

cina (Maluku), Daun Sudamala, cam cao; Ai ye (China).;

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Sakit haid, Keguguran, Disentri, Keputihan, Susah punya anak;

Muntah darah, mimisan, pendarahan usus, mudah persalinan;

 

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, seluruh tanaman. KEGUNAAN: 1.

Menstruasi berlebihan (banyak), sakit pada menstruasi

(Dysmenorrhea), menstruasi tidak teratur. 2. Mencegah keguguran

(Threatened abortion), pergerakan janin berlebihan. 3.

Dysentery, keputihan. 4. Mempermudah persalinan, susah punya

anak. 5. Muntah darah (hematemesis), mimisan (epistaxis),

perdarahan usus (rectal haemorrhgia). PEMAKAIAN: 10 - 30 gram

rebus, minum. Herba ini sudah dibuat tablet, suntikan, minyak,

aerosol (obat semprot mulut). PEMAKAIAN LUAR: Gangguan lambung,

nyeri persendian (arthralgia), eczema, gatal-gatal (pruritus),

bisul. Dipakai sebagai moxa, dengan cara memanaskan titik-titik

akupunktur. Verruca vulgaris (kutil): A. argyi dilumatkan,

tempelkan ke tempat kelainan beberapa kali sehari, selama + 30

hari. CARA PEMAKAIAN: 1. Memulihkah tenaga akibat perdarahan

sehabis melahirkan: 4 pohon baru cina + 6 gelas air, direbus

sampai sisa 2 gelas. Diminum sehari 2 x 1 gelas sebelum makan.

2. Lemah syahwat: 15 - 45 gram biji digiling halus, makan. 3.

Ayan (Epilepsi): 1 genggam akar artemisia + 1 ibu jari jahe + 1

ibu jari gula enau + 4 gelas air, rebus menjadi 2 gelas. Sehari

2 x 1 gelas. 4. Sakit tenggorok: Herba segar ditumbuk, peras,

minum airnya. 5. Disentri: Barucina + jahe segar, direbus sampai

kental, minum 3 x. A.rtemisia argyi Levl et Vant: Mempunyai

khasiat untuk pengobatan carcinoma lambung, pembesaran kelenjar

payudara. juga dipakai untuk pengobatan hepatitis, prostatitis,

bronchitis, menstruasi berlebihan, menstruasi tidak teratur dan

nyeri menstruasi, dan penyakit-penyakit alergi. Herba ini

menghambat pertumbuhan Hela cell. EFEK SAMPING: 30% pasien yang

memakai rebusan daun A. argyi mempunyai keluhan mulut kering,

rasa tida enak di lambung (yang terbanyak), mual, muntah,

mencret dan pusing, yang hilang bila memakai minyak daun A. argyi.

 

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pahit, pedas, hangat.

Menghilangkan rasa dingin, menghilangkan sakit, menghentikan

perdarahan (hemostatic), melancarkan peredaran darah, mencegah

keguguran, mengatur menstruasi. Herba ini masuk meridian ginjal,

paru dan limpa. KANDUNGAN KIMIA: Minyak menguap (Phellandrene,

cadinene, thujvl alkohol), alfa-amirin, fernenol,

dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4-ol, beta-

karyophyllene, 1-quebrachitol. Akar dan batang : Inulin

(mengandung artemose), Cabang kecil : Oxytocin, yomogi alkohol,

dan ridentin.

 

Copyright © 2002, IPTEKnet. All rights reserved

Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 , Telpon

: (021) 3168701 - 02, Fax. (021)3149058

E-mail : Customer Care : Bis@iptek.net.id, Content : info@iptek.net.id

 

Read more...

Adas

Untuk:Diare,sakit perut,batuk,nyeri haid dll

Adas

(Foeniculum vulgare Mill.)

Sinonim :
= E officinale, All. = Anethum foeniculum, Linn.

Familia :
Apiaccae (Umbelliferae)

Uraian :
Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanarnan bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Terna berumur panjang, tinggi 50 cm - 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 - 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 - 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 - 1 0 em, panj' ang gagang bunga 2 - 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 - 10 mm, lebar 3 - 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

 

Nama Lokal :
Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, ASI sedikit,; Diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk,; Sesak napas (Asma), nyeri haid, haid tidak tertur, rematik goat,; Susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik,; Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu,; Pembengkakan saluran sperma (epididimis),; Penimbunan cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis),; Keracunan tumbuhan obat atau jamur, meningkatkan penglihatan;

Pemanfaatan :

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS Buah : buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung. Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil). KANDUNGAN KIMIA : Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 - 6%, mengandung 50 - 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin). Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : 1. Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan. 2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus). 3. Menghilangkan dingin dan dahak. 4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan. 5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal. 6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :

Buah masak (Xiaohuixiang, hui-hsiang). Buah yang telah masak dikumpulkan, lalu dijemur sampai kering.

 

KEGUNAAN:

Buah bermanfaat untuk mengatasi :

- sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual,

muntah, diare,

- sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan,

- batuk berdahak, sesak napas (asma),

- haid: nyeri haid, haid tidak teratur,

- air susu ibu (ASI) sedikit,

- putih telur dalam kencing (proteinuria),

- susah tidur (insomnia),

- buah pelir turun (orchidoptosis),

- usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis),

- pembengkakan saluran sperma (epididimis),

- penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis),

- mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya,

- rematik gout, dan

- keracunan tumbuhan obat atau jamur.

 

Daun berkhasiat mengatasi :

- batuk,

- perut kembung, koilk,

- rasa haus, dan

- meningkatkan penglihatan.

 

CARA PEMAKAIAN :

Buah adas sebanyak 3 - 9 g direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum.

Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka.

Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.

 

CONTOH PEMAKAIAN :

1. Batuk

a. Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g disedub dengan 1/2

cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok

teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali

sehari, sampai sembuh.

 

b. Siapkan daun saga 1/4 genggam, bunga kembang sepatu 2

kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum,

bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang

jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong

seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa

setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali

sehari, masing-masing 1/2 gelas.

 

2. Sesak napas

a. Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendok

makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari,

sampai sembuh.

 

b. Siapkan adas 1/2 sendok teh, pulosari ¼ jari, rirnpang kencur 2

jari, rirnpang temulawak 1 jari, jintan hitam 114 sendok teh, daun

poncosudo (Jasminum pubescens) 1/4 genggam, gula merah

3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Baban-bahan tadi

lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira

separonya. Setelah dingin disaring, dan siap untuk diminum.

Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

 

3. Sariawan

Siapkan adas 3/4 sendok teh, ketumbar 3/4 sendok teh, daun iler

1/5 genggam, daun saga 1/4 genggam, sisik naga 1/5 genggam,

daun sembung 1/4 genggam, pegagan 1/4 genggam, daun kentut

1/6 genggam, pulosari 3/4 jari, rimpang lempuyang wangi 1/2 jari,

rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci

dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus

dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah

dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup

3/4 gelas.

 

4. Haid tidak teratur

Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing.1/5 genggam,

jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari,

bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu

sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya.

Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai

tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minurn 3 kali sehari,

masing-masing 3/4 gelas. Keracunan tumbuhan obat atau jamur

Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g, lalu seduh dengan

setengah cangkir arak. Minum selagi hangat.

 

5. Batu empedu

Serbuk buah adas sebanyak 5 g diseduh dengan 1 cangkir air

panas. Minum setelah dingin. Lakukan setiap hari.

 

CATATAN :

- Pengobatan hernia tetap dengan cara operasi, yaitu rnenutup lubang

saluran yang ada. Adas hanya menaikkan sementara usus yang turul

kelipat paha.

- Hindari penggunaan adas dalam dosis besar.

- Pemakaian buah adas kadang menyebabkan sering kentut dai

bersendawa.

- Buah adas efektif untuk pengusir serangga (insect repellent).

Sumber: Ipteknet

Read more...

Asam Jawa

Untuk :Asma,deman,batuk,panas,reumatik

 

*

 

 

Asam Jawa /(Tamarindus indica, Linn.)/

Familia : Leguminosae

 

Uraian :

Asam jawa (tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah

tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya yang

cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Batang

pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya

rindang. Daun asam jawa bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan

bersirip genap. Bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah

polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam. Di dalam buah

polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga

terdapat biji berjumlah 2 - 5 yang berbentuk pipih dengan warna

coklat agak kehitaman.

 

 

Nama Lokal :

Tamarind (Inggris), Tamarinier (Perancis),; Asam Jawa (Indonesia),

Celangi, Tangkal asem (Sunda); Asem (Jawa);

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Asma, Batuk, Demam, Sakit panas, Reumatik, Sakit perut, morbili;

Alergi/biduren, Sariawan, Luka baru, Luka borok, Eksim, Bisul;

Bengkak disengat lipan/lebah, Gigitan ular bisa, Rambut rontok;

 

Pemanfaatan :

1. Asma Bahan: 2 potong kulit pohon asam jawa, adas pulawaras

secukupnya Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1

liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Cara mrnggunakan:

diminum 2 kali sehari 2. Batuk Kering Bahan: 3 polong buah asam

jawa, ½ genggam daun saga Cara membuat: kedua bahan tersebut

direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1

gelas dan disaring Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi

dan sore 3. Demam Bahan: 1 genggam daun asam jawa, adas

pulawaras secukupnya; Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus

dengan ½ liter air sampai mendidih, kemudian disaring Cara

menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore 4. Sakit Panas

Bahan: 2 polong buah asam jawa yang telah masak, garam

secukupnya Cara membuat: kedua bahan tersebut disedu dengan 1

gelas air panas, kemudian disaring Cara menggunakan: diminum

biasa Catatan: bagi ibu hamil tidak boleh minum resep ini 5.

Reumatik Bahan: 1 genggam daun asam jawa, 2-3 biji asam jawa

(klungsu = jawa) Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk

halus Cara menggunakan: dipakai untuk kompres bagian yang sakit

6. Sakit perut a. Bahan: 3 polong buah asam jawa yang sudah

masak, kapur sirih dan minyak kayu putih secukupnya Cara

membuat: semua bahan tersebut dicampur sampai merata Cara

menggunakan: digunakan sebagai obat gosok, terutama pada bagian

perut b. Bahan: 3 polong buah asam jawa, 1 potong gula aren Cara

membuat: kedua bahan tersebut disedu dengan 1 gelas air panas,

kemudian disaring Cara menggunakan: diminum biasa c. Bahan: 2

polong buah asam jawa, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari, 1

potong gula kelapa Cara membuat: Kunyit diparut, kemudian

dicampur dengan bahan bahan lainnya dan diseduh dengan 1 gelas

air panas, kemudian disaring Cara menggunakan: diminum biasa 7.

Morbili Bahan: 1 - 2 potong buah asam jawa yang telah masak, 2

rimpang kunyit sebesar ibu jari Cara membuat: kunyit diparut,

kemudian kedua bahan tersebut dicampur sampai merata Cara

menggunakan: digunakan sebagai bedak/obat gosok bagi penderita

morbili 8. Alergi/Biduren (Jawa) Bahan: 2-3 golong buah asam

jawa yang telah tua, garam secukupnya, ¼ sendok kapur sirih.

Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air

sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring Cara

menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore 9. Sariawan

Bahan: 2 polong buah asam jawa, 2 rimpang temulawak sebesar ibu

jari, 1 potong gula kelapa Cara membuat: semua bahan tersebut

direbus sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian

disaring Cara menggunakan: diminum biasa 10. Luka baru Bahan:

daun asam jawa secukupnya Cara membuat: daun asam jawa dikunyah

sampai lumat Cara menggunakan: ditempelkan pada luka 11. Luka

borok Bahan: beberapa biji asam jawa (klungsu = jawa) Cara

membuat: biji asam jawa ditumbuk halus Cara menggunakan:

ditempelkan pada luka, kemudian diperban 12. Eksim dan Bisul

Bahan: 1 genggam daun asam jawa yang masih muda (sinom = jawa),

2 rimpang kunyit sebesar ibu jari Cara membuat: kedua bahan

tersebut ditumbuk sampai halus Cara menggunakan: ditempelkan

pada bagian yang sakit 13. Bengkak karena disengat lipan atau

lebah Bahan: 3 - 5 biji asam jawa dan minyak kayu putih

secukupnya Cara membuat: biji asam jawa ditumbuk halus Cara

menggunakan: bagian yang bengkak dibersihkan terlebih dahulu

dengan kain yang dibasahi dengan minyak kayu putih, kemudian

ditaburi/ditempeli dengan bubukan biji asam jawa tersebut. 14.

Mencegah rambut rontok Bahan: beberapa biji asam jawa Cara

menggunakan: sebelum keramas dengan shampo, kepala dimasase

terlebih dahulu dengan buah asam jawa yang telah masak yang

dicampur sedikit air. Kemudian rambut dicuci bersih 15. Gigitan

ular biasa Bahan: beberapa biji asam jawa Cara membuat: biji

asam jawa dibelah menjadi dua Cara menggunakan: belahan biji

bagian dalam ditempelkan pada luka bekas gigitan ular tersebut.

Jumlah biji yang digunakan sesuai dengan kebutuhan.

 

Komposisi :

KANDUNGAN KIMIA : Buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia

antara lain asam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat,

asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam jawa yang masak

di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per

100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100

gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram

per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6

miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI per 100 gram, vitamin B1

0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per 100 gram.

Kulit bijinya mengandung phlobatannnin dan bijinya mengandung

albuminoid serta pati.

 

Copyright © 2002, IPTEKnet. All rights reserved

Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 , Telpon

: (021) 3168701 - 02, Fax. (021)3149058

E-mail : Customer Care : Bis@iptek.net.id, Content : info@iptek.net.id

 

Read more...

Alpokat

Untuk :Sariawan,sakit kepala,melembutkan kulit dll

      

      

 

 

 

Alpokat / (Persea gratissima Gaertn.)/

Sinonim : P. americana, Mill.

Familia : Lauraceae

 

Uraian :

Pohon buah dari Amerika Tengah, tumbuh liar di hutan-hutan, banyak

juga ditanam di kebun dan di pekarangan yang lapisan tananhnya

gembur dan subur serta tidak tergenang air. Walau dapat berbuah di

dataran rendah, tapi hasil akan memuaskan bila ditanam pada

ketinggian 200-1.000 m di atas permukaan laut (dpl), pada daerah

tropik dari subtropik yang banyak curah hujannya. Pohon kecil,

tinggi 3-10 m, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, warnanya

coklat kotor, banyak bercabang, ranting berambut halus. Daun

tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5 cm, kotor, letaknya

berdesakan di ujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telur

memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata

kadang-kadang agak rmenggulung ke atas, bertulang rnenyirip, panjang

10-20 cm, lebar 3-10 cm, daun muda warnanya kemerahan dan berambut

rapat, daun tua warnanya hijau dan gundul. Bunganya bunga majemuk,

berkelamin dua, tersusun dalam malai yang keluar dekat ujung

ranting, warnanya kuning kehijauan. Buahnya buah buni, bentuk bola

atau bulat telur, panjang 5-20 cm, warnanya hijau atau hijau

kekuningan, berbintik-bintik ungu atau ungu sarna sekali berbiji

satu, daging buah jika sudah masak lunak, warnanya hijau,

kekuningan. Biji bulat seperti bola, diameter 2,5-5 cm, keping biji

putih kemerahan. Buah alpokat yang masak daging buahnya lunak,

berlemak, biasanya dimakan sebagai es campur atau dibuat juice.

minyaknya digunakan antara lain untuk keperluan kosmetik.

Perbanyakan dengan biji, cara okulasi dan cara enten.

 

 

Nama Loka :

Apuket, alpuket, jambu wolanda (Sunda), apokat, avokat,; plokat

(Jawa). apokat, alpokat, avokat, advokat (Sumatera);

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Sariawan, melembabkan kulit kuring, kencing batu, sakit kepala;

Darah tinggi (Hipertensi), nyeri saraf (neuralgia), nyeri

lambung,; Saluran napas membengkak (bronchial swellings), sakit

gigi,; Kencing manis (diabetes melitus), menstruasi tidak teratur.;

 

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Daging buah, daun, biji. KEGUNAAN: Daging

buah : - Sariawan. - Melembabkan kulit kering. Daun: - Kencing

batu. - Darah tinggi, sakit kepala. - Nyeri syaraf. - Nyeri

lambung. - Saluran napas membengkak (bronchial swellings). -

Menstruasi tidak teratur. Biji: - Sakit gigi. - Kencing manis.

PEMAKAIAN,. Untuk minum: 3-6 lembar daun. Pemakaian Luar: Daging

buah secukupnya dilumatkan, dipakai untuk masker. Daun untuk

pemakaian setempat, biji digiling halus menjadi serbuk untuk

menghilangkan sakit. CARA PEMAKAIAN: 1. Sariawan: Sebuah isi

alpokat yang sudah masak diberi 2 sendok makan madu murni,

diaduk merata lalu dimakan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

2. Kencing batu: 4 lembar daun alpokat, 3 buah rimpang teki, 5

tangkai daun randu, setengah biji pinang, 1 buah pala, 3 jari

gula enau, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai

tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.

Sehari 3 x 3/4 gelas. 3. Darah tinggi : 3 lembar daun alpokat

dicuci bersih lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah

dingin diminum sekaligus. 4. Kulit muka kering: Buah diambil

isinya lalu dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk

masker, dengan cara memoles muka yang kering. Muka dibasuh

dengan air setelah lapisan masker alpokat tersebut mengering. 5.

Sakit gigi berlubang: Lubang pada gigi dimasukkan bubuk biji

alpokat. 6. Bengkak karena Peradangan: Bubuk dari biji

secukupnya ditambah sedikit air sampai menjadi adonan seperti

bubur, balurkan kebagian tubuh yang sakit. 7. Kencing manis:

Biji dipanggang di atas api lalu dipotong kecil-kecil dengan

golok, kemudian digodok dengan air bersih sampai airnya menjadi

coklat. Saring, minum setelah dingin. 8. Teh dan alpokat baik

untuk menghilangkan rasa sakit kepala, nyeri lambung, bengkak

pada saluran napas, rasa nyeri syaraf (Neuralgia) dan datang

haid tidak teratur. Data penelitian: Daun mempunyai aktivitas

antibakteri dan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus

strain A dan B. Staphylococcus albus, Pseudomonas sp., Proteus

sp., Escherichea coli dan Bacillus subtilis (E.O. ognulans dan

E. Ramstad 1975).

 

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Daun: Rasa pahit, kelat.

Peluruh kencing. Biji : Anti radang, menghilangkan sakit.

KANDUNGAN KIMIA: Buah dan daun mengandung saponin, alkaloida dan

flavonoida, Buah juga mengandung tanin dan daun mengandung

polifenol, quersetin, gula alkohot persiit.

 

Copyright © 2002, IPTEKnet. All rights reserved

Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 , Telpon

: (021) 3168701 - 02, Fax. (021)3149058

E-mail : Customer Care : Bis@iptek.net.id, Content : info@iptek.net.id

 

 

Read more...

Bawang Putih

Untuk : Hipertensi, Asma, Batuk, Masuk angin, Sakit kepala

 

 

Bawang Putih /(Allium sativum, Linn.)/

 

Uraian :

Bawang putih (allium sativum) termasuk genus afflum atau di

Indonesia lazim disebut bawang putih. Bawang putih termasuk

klasifikasi tumbuhan terna berumbi lapis atau siung yang bersusun.

Bawang putih tumbuh secara berumpun dan berdiri tegak sampai

setinggi 30 -75 em, mempunyai batang semu yang terbentuk dari

pelepah-pelepah daun. Helaian daunnya mirip pita, berbentuk pipih

dan memanjang. Akar bawang putih terdiri dari serabut-serabut kecil

yang bejumlah banyak. Dan setiap umbi bawang putih terdiri dari

sejumlah anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit

tipis berwarna putih. Bawang putih yang semula merupakan tumbuhan

daerah dataran tinggi, sekarang di Indonesia, jenis tertentu

dibudidayakan di dataran rendah. Bawang putih berkembang baik pada

ketinggian tanah berkisar 200-250 meter di atas permukaan laut. 1.

Syarat Tumbuh a. Iklim · Ketinggian tempat : 600 m - 1.200 m di atas

permukaan laut · Curah hujan tahunan : 800 mm - 2.000 mm/tahun ·

Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan - 7 bulan · Bulan kering

(di bawah 60 mm/bulan): 4 bulan - 6 bulan · Suhu udara : 150 C - 200

C · Kelembapan : tinggi · Penyinaran : sedang b. Tanah · Jenis :

gromosol (ultisol). · Tekstur : lempung berpasir (gembur) · Drainase

: baik · Kedalaman air tanah : 50 cm - 150 cm dari permukaan tanah ·

Kedalaman perakaran : di atas 15 cm dari permukaan tanah · Kemasaman

(pH) : 6 - 6,8 · Kesuburan : tinggi 2. Pedoman Bertanam a. Pegolahan

Tanah · Buatkan selokan atau parit dengan lebar 30 cm - 40 cm, dalam

30 cm - 60 cm. Tanah galian digunakan untuk bedengan selebar 60 cm -

100 cm, panjang disesuaikan dengan kebutuhan, lalu dicangkul sedalam

15 cm - 30 cm. · Setelah 10 hari - 15 hari dicangkul kembali hingga

membentuk gumpalan halus, kemudian diberi pupuk kandang 10 ton - 15

ton/hektar. · Sehari sebelum tanam, bedengan dibasahi. b. Persiapan

Bibit · Bibit berasal dari tanaman cukup tua (85 hari - 135 hari),

sehat dan tidak cacat. · Bibit disimpan dalam ruangan kering sekitar

5 bulan - 8 bulan digantung pada para-para. · Siang untuk bibit

berasal dari umbi yang beratnya 5 g - 7,5 g/umbi. c. Penanaman ·

Buatkan lubang tanam sedalam 3 cm - 4 cm dengan tugal. · Tancapkan

bibit dengan posisi tegak lurus, ujung siung di atas dan ¾ bagian

siung tertanam dalam tanah. · Taburkan tanah halus dan tutup merata

dengan jerami setelah 3 cm. · Jarak tanam 10 cm x 10 cm atau 15 cm x

10 cm

 

 

Nama Lokal

Garlic (Inggris), Bawang Putih (Indonesia), Bawang (Jawa); Bawang

Bodas (Sunda), Bawang handak (Lampung); Kasuna (Bali), Lasuna pute

(Bugis), Bhabang pote (Madura); Bawa bodudo (Ternate), Kalfeo foleu

(Timor);

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Hipertensi, Asma, Batuk, Masuk angin, Sakit kepala, Sakit

kuning; Sesak nafas, Busung air, Ambeien, Sembelit, Luka memar,

Abses; Luka benda tajam, digigit serangga, Cacingan, Sulit tidur

(Insomnia);

 

Pemanfaatan :

1. Hipertensi a. Bahan: 3 siung bawang putih, Cara membuat:

bawang putih ditumbuk halus dan diperas dengan air secukupnya,

Ialu disaring; Cara menggunakan: diminum secara teratur setiap

hari. b. Bahan : 2 siung bawang putih; Cara membuat: bawang

putih dipanggang dengan api; Cara menggunakan: dimakan setiap

pagi selama 7 hari. 2. Asma, batuk dan masuk angin Baban: 3

siung bawang putih, 1 sendok makan madu dan gula batu

secukupnya; Cara membuat: bawang putih ditumbuk halus, kemudian

dioplos bersama bahan lainnya sampai merata dan

diperas/disaring; Cara menggunakan: diminum setiap pagi sampai

sembuh. 3. Sakit kepala Bahan: umbi bawang putih; Cara membuat:

umbi bawang putih ditumbuk halus; Cara menggunakan: untuk

kompres pada dahi. 4. Sakit kuning, sesak nafas dan busung air

Bahan: 1 umbi bawang putih, 1 potong gula batu sebesar telur

ayam Cara membuat : umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian

kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 3 gelas air sampai

mendidih dan diaduk sampai merata, dan disaring; Cara

menggunakan: diminum 2 kali sehari 2 sendok makan, pagi dan

sore. 5. Ambeien Bahan : umbi bawang putih; Cara membuat: umbi

bawang putih ditumbuk halus, kemudian diperas untuk diambil

airnya; Cara menggunakan: dioleskan di sekitar dubur setiap

hari. 6. Sembelit Bahan: yoghurt bawang putih dan bawang merah

secukupnya; Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus,

diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur sampai merata

dan disaring; Cara menggunakan: diminuni biasa. 7. Luka memar

karena tikaman atau pukulan Bahan: bawang putih dan 1 sendok

madu; Cara membuat: bawang putih ditumbuk halus, kemudian diberi

1 sendok madu dan dicampur sampai merata; Cara menggunakan:

dioleskan pada bagian yang luka. 8. Luka kena benda tajam

berkarat Bahan: umbi bawang putih dan minyak kelapa secukupnya;

Cara membuat: umbi bawang putih dibakar, kemudian dicelupkan ke

dalam minyak kelapa dan ditumbuk halus; Cara menggunakan:

dioleskan pada bagian yang luka. 9. Mempercepat matangnya

bengkak abses Bahan : umbi bawang putih; Cara membuat: umbi

bawang putih dipanasi dengan minyak cat, kemudian ditumbuk

halus; Cara menggunakan : ditempelkan pada bagian yang bengkak.

10. Untuk mengeluarkan serpihan kaca, kayu atau duri Bahan: umbi

bawang putih; Cara membuat: umbi bawang putih ditumbuk halus;

Cara menggunakan: ditempelkan pada baglan yang kemasukan

serpihan kaca, kayu atau duri. 11. Sengatan serangga Bahan: umbi

bawang putih, sendowo dan garam secukupnya; Cara membuat: umbi

bawang putih ditumbuk halus, kemudian dicampur dengan bahan

lainnya sampai merata; Cara menggunakan: dioleskan ada bagian

tubuh yang disengat serangga. 12. Mengusir cacing kremi dan

cacing perut Baban: beberapa siung bawang push; Cara membuat:

dikupas dan dicuci bersih; Cara menggunakan: dimakan langsung.

13. Sulit tidur (insomnia) Bahan: beberapa slung bawang putih;

Cara membuat: dikupas dan dicuci bersih; Cara menggunakan:

dimakan langsung sebelum tidur.

 

Komposisi :

KANDUNGAN KIMIA : Dari umbi bawang putih per 100 gram mengandung

: - protein sebesar 4,5 gram. - lemak 0,20 gram, - hidrat arang

23, 1 0 gram, - vitamin B 1 0,22 miligram, - vitamin C 1 5

miligram, - kalori 95 kalori, - posfor 134 miligram, - kalsium

42 miligrain. - besi 1 miligram dan - air 71 gram. Di samping

itu dari beberapa penelitian umbi bawang putih mengandung zat

aktif awcin, awn, enzim alinase, germanium, sativine,

sinistrine, selenium, scordinin, nicotinic acid.

 

Copyright © 2002, IPTEKnet. All rights reserved

Office : BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340 , Telpon

: (021) 3168701 - 02, Fax. (021)3149058

E-mail : Customer Care : Bis@iptek.net.id, Content : info@iptek.net.id

 

Read more...

  © Blogger templates Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP